Karier Musik Penyanyi Muda Halle Bailey Kian Meroket

Halle Bailey menjadi penyanyi muda yang naik daun akhir-akhir ini. Bersama dengan kakaknya, Chloe, Halle menciptakan sebuah band yang dimentori oleh Beyonce. Halle Bailey lahir pada 27 Maret 2000 di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Dia adalah putri bungsu yang lahir dari Courtney dan Doug Bailey. Bakat seni Halle sudah terlihat semenjak usia sekolah. Dia menguasai berbagai jenis alat musik seperti piano, gitar, dan bass.

Bersama kakak perempuan bernama Chloe, Halle mulai bernyanyi bersama. Duo ini adalah duo musikal dan mulai mem-posting video bernyanyi bersama di YouTube. “Kami mulai menyanyi di YouTube sejak usia 11 dan 13 tahun,” ujar Halle, seperti dilansir People.com. Saat usia yang masih belasan tahun, Halle telah membentuk duo R&B bersama saudaranya yang diberi nama Chloe x Halle pada 2015.

Karier musik Chloe dan Halle mulai menanjak saat keduanya mengunggah aksi mereka menyanyikan lagu Beyonce berjudul Best Thing I Never Had dan Pretty Hurts. Keduanya juga menyanyikan lagu Countdown yang luar biasa dari Beyonce, How to Love karya Lil Wayne dan Girl on Fire karya Alicia Keys.

Setelah menyanyikan sampul-sampul ini, Chloe x Halle menjadi sangat populer, dan memperoleh jutaan penonton dan menjadi selebritas YouTube. Pada 23 September 2013 keduanya merilis secara digital album mini yang diakui secara kritis berjudul “Uncovered”.

Hal itu pun sontak menarik perhatian Beyonce dan langsung menarik keduanya ke label rekamannya, yakni Parkwood Entertainment. Chloe x Halle melakukan debut resminya di bawah Parkwood Entertainment dengan album mini berjudul “Sugar Symphony” pada 29 April 2016. “Kami mengambil peran aktif dalam produksi, penulisan dan vokal. Saya juga belajar gitar secara lebih serius,” ujar Halle.

Tidak berhenti sampai di situ saja, pemilik album “The Two of Us” ini mendapatkan kehormatan bersama grupnya untuk membuka perhelatan The Super Bowl 2019. Keduanya diberi kesempatan istimewa untuk tampil bersama pemenang Grammy, Gladys Knight. Ketiganya menyanyikan lagu kebangsaan America The Beautiful.

Kedua gadis ini juga telah menciptakan lima soundtrack, dimulai dengan Bougie Party untuk Netflix’s People White People. Keduanya pun berkontribusi pada soundtrack untuk A Wrinkle in Time setelah didekati oleh sutradara Ava DuVernay. “Kami juga berkontribusi pada soundtrack untuk Trolls, Little, dan album ‘Game of Thrones Season Eight For The Throne’,” ujar Chloe.

Chloe x Halle menjadi pembuka konser dunia Beyonce, Lemoade, di Eropa pada 2016. Berkat mentoring dari Beyonce, keduanya pun mendapatkan berbagai prestasi cemerlang seperti posisi mumpuni di tangga lagu. “Mengamati Beyonce selama bertahun-tahun, saya telah melihat betapa bersyukur dan ramahnya dia. Dia juga benar-benar tahu harga dirinya dan kekuatannya yang menginspirasi,” ujar Halle.

Beyonce membawa Chloe dan Halle kembali pada tahun 2018 untuk tur On the Run II-nya. Tur ini juga menampilkan DJ Khaled untuk seluruh tur Amerika Utara. Tur ini telah ditonton 106.550 penggemar. Sementara itu kickoff Super Bowl telah ditonton oleh 98,2 juta orang. Chloe dan Halle berterima kasih atas pengalaman ini. Keduanya mengatakan bahwa mereka sangat terinspirasi oleh kinerja Beyonce di Super Bowl.

“Memiliki seorang mentor yang cantik seperti Beyonce, kami diizinkan untuk mengeksplorasi dengan kreativitas kami, dan kami sangat berterima kasih kepadanya untuk menyediakan platformnya, dan selalu mengingatkan kami untuk selalu menampilkan seni musik yang berkualitas,” ujar Halle.

Belum lama ini, Chloe dan Halle membawakan sampul Where Is The Love di ajang Grammy 2019. Penampilan keduanya memukau penonton dengan harmoni yang luar biasa. Tak hanya tampil, Chloe x Halle meraih beberapa nominasi bergengsi di ajang Grammy Awards dan jadi salah satu nominator termuda.